"Jamhari Makruf: Islam bagian penting Demokrasi Indonesia"

JAKARTA - (Minggu, 9/12/2018) Demokrasi yang berkembang sangat dinamis di Indonesia sering mendapatkan apresiasi positif di dunia. "Islam merupakan bagian penting dari demokrasi, dan peran positif kaum Muslimin sangat menentukan bagi perkembangan demokrasi ke depan," kata Jamhari Makruf, Guru Besar Antropologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam acara "Project 2045 High Level Seminar: 60 Years Japan-Indonesia" yang berlangsung di the Dharmawangsa Hotel Jakarta, Minggu 9 Desember 2018.

Meningkatnya sikap dan pandangan intoleran serta berkembangnya paham keagamaan radikal di tengah masyarakat bisa dianggap menjadi hambatan serius bagi Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Tapi sejauh ini, menurut Jamhari, banyak komponen bangsa, termasuk di dalamnya para peneliti dan akademisi, melakukan berbagai upaya strategis menyuarakan pentingnya sikap dan pandangan keagamaan yang moderat, terbuka dan inklusif. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas siswa, guru, mahasiswa serta dosen di berbagai lembaga pendidikan keagamaan dan keislaman.

"Dalam beberapa tahun terakhir, PPIM UIN Jakarta telah melahirkan produk-produk pengetahuan sekaligus advokasi kebijakan mengenai pentingnya penguatan pendidikan agama Islam dan bina damai di sekolah dan di kalangan generasi muda," jelas Jamhari Makruf, yang juga Dewan Penasehat PPIM UIN Jakarta. Sejak 2004, lembaga riset di bidang Islam dan Masyarakat ini telah bekerjasama dengan pemerintah Jepang dalam program pertukaran budaya di kalangan tokoh dan pimpinan pesantren seluruh Indonesia.

Dalam seminar dua hari yang berlangsung semarak dan juga dihadiri oleh Wapres RI, Jusuf Kalla, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr. Masafumi Ishii, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Takashi Shiraisi, yang merupakan Joint chairman Project 2045 bersama Duta Besar RI untuk Jepang, Muhammad Lutfi, PPIM UIN Jakarta mendapatkan kehormatan yang sangat besar dan Jamhari Makruf tampil menyampaikan hasil temuan riset dan survey PPIM di depan para pemangku kebijakan Jepang dan Indonesia dalam sesi bertajuk, "to Uphold democracy and become maritime global powers." [DAD]