Mengapa Peneliti Perlu Membuat Policy Brief?

Upaya mendorong pemerintah agar mampu memproduksi kebijakan berbasis data dan penelitian, merupakan salah satu aktivitas yang terus menerus dilakukan, tak terkecuali oleh lembaga-lembaga penelitian di Indonesia seperti PPIM UIN Jakarta. Alasannya sangat jelas, agar kebijakan tersebut tepat sasaran dan efektif. Senin, 13 maret 2016 kemarin, guna meningkatkan kemampuan komunikasi lembaga penelitian dalam mensosialisasikan rekomendasi kebijakan, PPIM UIN jakarta mengadakan workshop tentang Policy Brief.


Workshop yang berlangsung di ruang seminar lantai 3 ini, menghadirkan ahli komunikasi kebijakan dari ODI (Overseas Development Institute) London, John R. Young, yang pengalamannya tak diragukan dalam merancang Policy Brief. John membahas tema seputar pembuatan policy brief yang efektif, menarik dan meyakinkan.

Workshop ini dimulai dengan memperkenalkan tentang apa itu policy brief. John mengatakan bahwa policy brief merupakan salah satu alat komunikasi yang baik dan powerful dalam meyakinkan para pemangku kebijakan untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran dan didasarkan pada hasil penelitian. Setelah menyampaikan strategi teknis mengenai pembuatan policy brief, John kemudian memberikan tugas kepada para peserta untuk menganalisa sejumlah policy brief yang udah disiapkan dengan tema dan isu yang berbeda. Peserta ditugaskan untuk memilih salah satu policy brief, menganalisa, membandingkan, kemudian memberikan alasan terhadap pilihannya.

Menurut John, ada beberapa elemen yang harus diperhatikan dalam membuat policy brief agar tepat hasil. Diantaranya adalah seberapa besar daya pikat isu yang ditawarkan, kejelasan masalah dan sasaran, kualitas data, pesan yang akan disampaikan, hingga kekuatan persuasi policy brief itu sendiri, ketika akan dikomunikasikan kepada target.

Terakhir, John menganjurkan para peserta workshop untuk sekreatif mungkin mampu membuat policy brief yang menarik, efektif dan jelas. Detail kecil seperti desain paper policy brief, dami hingga pemilihan kata yang menarik dan provokatif harus juga menjadi perhatian, karena pengaruhnya cukup dirasakan.

“Workshop yang berlangsung singkat ini, memberikan informasi yang sangat bergizi dan sangat penting dipertimbangkan saran kreatif dan strategisnya, terutama bagi para pendorong kebijakan di Indonesia”, ujar Jajang Jahroni Ph.D sebagai salah satu peserta yang sangat menikmati paparan John sore kemarin. (IIR)