Pengakuan Dunia Internasional: Kiprah Oman Fathurahman di the British Library

Ciputat, PPIM – Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini tengah berbangga hati. Pasalnya, salah seorang penelitinya kini mendapat kehormatan sebagai anggota Panel Internasional (International Advisory Panel) dalam The Endagered Archives Programme (EAP) di The British Library. Ia adalah Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum.

Kang Oman, demikian sapaan akrabnya, terhitung mulai 10 September 2015 resmi bergabung bersama 8 pakar lainnya dari berbagai Negara. Oman sendiri adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Tenggara, dan menjadi sarjana Indonesia pertama yang menjadi anggota Panel Program tersebut.


EAP adalah sebuah Program yang berdiri kurang lebih satu dasawarsa lalu dan bertujuan untuk memberikan kontribusi pada preservasi dokumen-dokumen bersejarah, semisal manuskrip, di seluruh dunia yang terancam punah, terlantar, atau rusak. Kontribusi tersebut berupa pemberian bantuan (grant) untuk mendanai proposal terpilih untuk penyelamatan arsip dan dokumen bersejarah, baik berupa kegiatan pemindahan ke tempat yang aman maupun berupa alih media digital. Panel di mana Oman berada itulah yang bertugas untuk menyeleksi proposal-proposal yang diajukan oleh para peneliti atau preservator di seluruh dunia. Selain itu, Panel juga dapat diminta pertimbangan terkait proyek-proyek tertentu di the British Library.

“Dalam tiga tahun ke depan, saya dipercaya untuk bersama-sama melakukan proses seleksi, evaluasi, dan memberikan rekomendasi atas proposal-proposal yang masuk untuk didanai oleh EAP. Bagi saya, penunjukan ini adalah bentuk kepercayaan dan pengakuan dunia internasional terhadap kapasitas sarjana pernaskahan di Indonesia. Kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengkaji pernaskahan Indonesia, saya mohon doa restu agar tugas ini dapat saya emban dengan sebaik-baiknya”, harap Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) ini.

Secara keseluruhan, komposisi Panel Program yang bernaung di bawah Yayasan Arcadia ini terdiri dari 6 (enam) external experts, 2 (dua) wakil the British Library, dan Direktur Arcadia sendiri. Oman, yang dosen FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, akan bermitra bersama Anthea Case, CBE (Principal Adviser of Arcadia), Prof. Simon Franklin (University of Cambridge, UK), Nada Itani (Beirut Dar Alhayat Information Centre, Lebanon), Prof. Nathan Mnjama (University of Botswana), Prof. Caterina Pizzigoni (Columbia University, USA), Prof. Sanjay Subrahmanyam (University of California at Los Angeles, USA), Dr. Adam Farquhar (British Library, UK), dan Dr. Marion Wallace (British Library, UK).

Hingga 2015 ini, EAP telah mendanai sekitar 13 Proyek digitalisasi naskah asal Indonesia, yang hasilnya sudah dapat dinikmati secara daring (online) melalui situs http://eap.bl.uk/.

“Ribuan manuskrip asal Aceh, Minangkabau, Ambon, Cirebon, Buton, Jambi, Makassar, dan manuskrip beberapa pesantren di Jawa telah dilestarikan dalam bentuk foto digital yang sangat bermanfaat untuk aktfitas penelitian. Tapi, manuskrip asli tetap berada di tangan pemiliknya. Ini semua berkat dedikasi para pendekar naskah di Indonesia yang tak kenal lelah memikirkan preservasi naskah, meski dengan dukungan minim dari pihak-pihak setempat”, jelas Editor Jurnal internasional Studia Islamika yang sering turun langsung ke lapangan ini.

Menyikapi pengakuan dunia internasional tersebut, Direktur Eksekutif PPIM, Dr. Saiful Umam, berharap bergabungnya Oman dalam Proyek EAP the British Library diharapkan dapat memperkuat jaringan PPIM khususnya, dan UIN Jakarta pada umumnya, di Eropa. “Ini memang pengakuan atas capaian dan integritas akademik Oman secara pribadi. Tapi, jangan lupa, di belakang Oman ada institusi yang turut membesarkannya. Saya berharap penunjukan ini akan menghasilkan perspektif yang positif tentang kekayaan peradaban, terutama Islam, di Nusantara agar lebih dikenal di kalangan internasional”, harap Doktor lulusan University of Hawaii at Manoa ini. [MNF]