Terkait Hambatan Riset, Universitas Harus Lakukan Pendampingan

Ciputat, PPIM – Dosen UIN Jakarta kerap mengalami hambatan ketika melakukan riset di Universitas. Ada dua hambatan besar yang menonjol, yakni struktural dan kultural.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN melakukan Focus Group Discussion (FGD) Studi Diagnostik Hambatan Riset di UIN Jakarta yang bertempat di Ruang Teater Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Kamis (29/10).




Dihadiri oleh 27 peserta, yang juga aktif sebagai dosen di UIN Jakarta. FGD ini bertujuan untuk menghimpun pandangan-pandangan mereka mengenai hambatan apa saja yang ada di UIN terkait dengan penelitian, sekaligus apa saja kemungkinan jalan keluar mengatasi hambatan penelitian di UIN Jakarta.

Salah satu pandangan yang mengemuka pada FGD tersebut adalah perlunya pendampingan untuk para dosen yang akan atau sudah melakukan penelitian. Menurut Asep Saepudin Jahar, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, ‘’pendampingan perlu dilakukan oleh professor dari mulai proses penelitian hingga proses publikasi’’.

Senada dengan Asep, Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora, menyatakan, “harus ada pendampingan untuk para dosen yang akan meneliti untuk mendapatkan penguatan perangkat riset seperti metodologi riset ataupun workshop,” ujarnya.

Sementara itu, Ayang Utriza Yakin mempunyai pandangan yang berbeda dengan Asep dan Oman. Doktor lulusan EHESS, Prancis itu menyatakan bahwa, “masalah penelitian bukan lagi masalah pendampingan tapi persoalannya adalah apakah sudah ada tulisan atau draf proposal? Kenyataannya belum,” ucap Ayang.

Hal lain yang penting dalam FGD tersebut adalah langkah-langkah cermat yang dilakukan oleh para dosen yang aktif melakukan penelitian. Muhammad Zuhdi, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, mengatakan, “perlu melihat dosen yang aktif melakukan penelitian, karena tanpa pendampingan, nyatanya mereka bisa menghasilkan riset yang bertaraf nasional atau bahkan internasional,” tuturnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, diperlukan kepemimpinan yang kuat. Pimpinan UIN Jakarta, harus mengeluarkan regulasi yang sifatnya solutif untuk menyelesaikan permasalahan ini. Imam Subchi, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), menyatakan, “rektor harus membuat kebijakan yang strategis dan kuat terkait penelitian di UIN Jakarta,” tutur dosen Fakultas Adab dan Humaniora tersebut. (END).

posted by Endi G