Jaga Keragaman Budaya, DREAMSEA-PPIM Akan Gelar Workshop Manuskrip Asia Tenggara

Jakarta, DREAMSEA – Usai resmi diluncurkan pada 24 Januari 2018 lalu di Jakarta, Indonesia, program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) akan melaksanakan “Workshop on Preservation Manuscripts in Southeast Asia” pada 4-6 Juli 2018 di Santika Premiere Hotel Bintaro, Tangerang Selatan, Indonesia.

“Workshop ini merupakan pertanda bahwa kegiatan inti DREAMSEA akan segera dimulai”, ungkap Program Coordinator DREAMSEA, Ismatu Ropi, Ph.D.

DREAMSEA merupakan sebuah program yang memperjuangkan pelestarian keragaman isi manuskrip-manuskrip Asia Tenggara. Program ini digagas atas kesadaran bahwa meskipun memiliki kekayaan warisan budaya yang kaya, nyatanya eksistensi produk tulisan masa lampau tersebut terancam kepunahannya dikarenakan kondisi alam yang tropis dan konflik sosial-politik yang melanda akhir-akhir ini.

Fokus program yang diinisiasi oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan Centre for the Study of Manuscripts and Culture (CSMC) University of Hamburg ini adalah mengalihmediakan manuskrip-manuskrip menjadi media digital. Dengan metode ini, kekayaan isi manuskrip Asia Tenggara akan tetap lestari meskipun fisik manuskrip tidak lagi eksis.

“DREAMSEA akan memberikan pemahaman kepada pemilik manuskrip tentang bagaimana cara menjaga fisik manuskrip dan mendampingi mereka untuk membuat salinan digitalnya. Sementara, manuskrip aslinya akan tetap mereka simpan”, papar Prof. Dr. Oman Fathurahman selaku Principal Investigator DREAMSEA.

Hingga tahun 2022 nanti, DREAMSEA menargetkan akan mendigitalkan lebih dari 240.000 gambar manuskrip yang berasal dari seluruh wilayah Asia Tenggara. Untuk mencapai target tersebut, DREAMSEA bersinergi dengan berbagai pihak seperti pemilik manuskrip, peneliti, dan organisasi terkait.

Sinergi tersebut diawali dengan pelaksanaan workshop kali ini. Dihadiri oleh 45 peserta dari negara-negara kawasan Asia Tenggara, kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan skill mengenai teknik pelaksanaan digitalisasi manuskrip. Adapun narasumber yang akan memandu kegiatan ini adalah Prof. Dr. Oman Fathurahman yang merupakan Principal Investigator DREAMSEA. Selain Oman, workshop juga menghadirkan ahli digitalisasi manusksrip dan penyusunan metadata yaitu Dr. Walid Mourad dan Dr. Salam Rassi dari Hill Museum & Manuscript Library (HMML), Jerman.[MNF]


http://dreamsea.blogs.uni-hamburg.de/safeguarding-cultural-diversity-workshop-on-southeast-asian-manuscripts-will-be-conducted/